Oleh Admin
20 September 2024 11:11 - 1 year ago
Setelah penyerahan tahap pertama dengan 1000 bibit pohon dalam rangka Fersival Sungai Saddang yang dilaksanakan oleh Sinode Gereja Toraja pada April kemarin, Galesong Group kembali melanjutkan komitmennya dalam menjaga lingkungan hidup dengan menyumbangkan 2000 bibit pohon siap tanam di Toraja Utara, pada Jumat, 13 September 2024.
Penyerahan bibit kali ini terasa istimewa karena diterima langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman pohon di kawasan Tobarana, yang terletak di Hulu Sungai Saddang.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, SE., M.Sc., Ph.D, menyampaikan bahwa tugas Kementerian Lingkungan Hidup itu sebetulnya sinkron dengan tugas-tugas gereja yang juga bagaimana menjaga jasa ekosistem hutan. “Jadi sebetulnya hutan itu penting juga kita manfaatkan secara bijaksana dan berkelanjutan tetapi juga penting untuk menjaga ekosistem,” ucapnya.
Penting untuk diketahui juga bahwa Sungai Saddang sebagai sungai terpanjang di Sulawesi Selatan yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sekitar. Mengalir sepanjang 182 kilometer, sungai ini menjadi sumber air utama untuk irigasi sawah-sawah di wilayah sekitarnya, seperti lumbung pangan Kabupaten Sidrap dan Pinrang. Hasil dari sawah-sawah yang dialiri oleh Sungai Saddang tidak hanya dinikmati oleh penduduk setempat, namun juga berkontribusi besar bagi pasokan pangan di wilayah Sulawesi Selatan.

Selain memiliki nilai ekonomis yang tinggi, Sungai Saddang juga memiliki sejarah panjang bagi masyarakat sekitar. Program penghijauan yang dilaksanakan oleh Galesong Group dan didukung oleh pemerintah melalui Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem sekitar Sungai Saddang, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Ketua Umum Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, Pdt. Dr. Alfred Yohanes Rantedatu Anggui, M.Th, juga menyampaikan kalau menjaga kelestarian sungai itu sangat penting dan juga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. “Hari ini Sungai Saddang mengalir luarbiasa, Kami berharap perayaan hari ini menjadi moment penting untuk menarik perhatian kita untuk lebih peduli dengan sungai,” terangnya.

Penanaman bibit pohon di Tobarana diharapkan menjadi langkah awal yang penting dalam upaya restorasi lingkungan, serta mendukung peran Sungai Saddang sebagai urat nadi pertanian di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Perwakilan Galesong Group, Abdul Haris Sulaiman, yang juga menyerahkan langsung bibit pohon kepada Wakil Menteri LHK, mengatakan bahwa Galesong Group telah berkontribusi dengan lingkungan hidup sejak 2007, mulai dari pembibitan hingga penanaman di hampir seluruh daerah pulau Sulawesi Selatan.

“Ini adalah sumbangan bibit pohon yang kedua kami tahun ini untuk BPS Gereja Toraja, sebelumnya kita sudah serahkan 1.000 bibit dan hari ini 2.000 bibit. Namun hari ini terasa istimewa karena diterima langsung oleh Bapak Wakil Menteri LHK sekaligus penanaman secara simbolis,” jelas Pimpinan Departemen Corporate Communication and Digital Services Galesong Group.
Haris melanjutkan dengan tagline “Save Our Earth” yang telah digunakan sejak awal CSR Galesong Group dimulai. “Bumi ini bukanlah warisan dari nenek moyang kita, tetapi bumi ini adalah pinjaman dari anak cucu kita, yang harus kita jaga untuk masa depan,” tutup Haris dengan quote bijaknya.
*Naskah dan foto diproduksi oleh Corporate Communication and Digital Services (CCDS) Galesong Group
Bagikan Artikel ini
Baca Juga Artikel ini